Blogger Template by Blogcrowds


Kebersamaan dan keterbatasan tempat mungkin inilah moto (motto) yang paling pas untuk tempat/ bak cuci piring (sink) yang satu ini.

Rieber Waterstation adalah tempat cuci piring yang dapat memuat sampai 6 orang untuk "bekerja" pada saat bersamaan karena bentuknya yang bundar (round) dan terdiri dari 6 bagian yang mempunyai fungsi yang berbeda mulai dari mencuci, memotong sayur, membersihkan dan lainya.

Ukuran bak cuci piring ini hanya 0,8 m (diameter) sehingga tentu tidak akan "memakan" tempat di dapur anda yang memang sudah kecil.


Ini dia yang kami sebut inovasi sederhana tapi sangat berguna, setidaknya untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Hughie Sink adalah bak cuci piring yang biasa ditempatkan di dapur yang bisa dilepas setiap saat (removable).

Dengan bak cuci piring yang satu ini, kita bisa memanfaatkan kembali sebagian air yang baru saja digunakan sebelumnya untuk berbagai macam keperluan, mulai dari mencuci mobil, menyiram tanaman dan lainnya.

Hughie Sink mempunyai pegangan (handle) seperti layaknya sebuah ember sehingga akan lebih memudahkan kita menggunakan air bekas tersebut ke tempat lain.

Sangat sederhana yah tapi belum tentu semua orang bisa memikirkan hal-hal kecil seperti ini. :-)

Selain ramah lingkungan karena bisa menghemat air, produk ini juga ramah di kantong loh, cuma US$ 25.00. :D


Salah satu "derita" anak kos (setidaknya yang sering kami dengar) adalah masalah mencuci pakaian dan sering tertukarnya pakaian dalam, betul engga?

Baguni Washing Machine adalah konsep mesin cuci mini yang memang cocok digunakan bagi anak kos maupun orang yang tinggal sendirian (bujangan).

Mesin cuci ini ukurannya sangat kecil (tentu dengan kapasitas kecil) dan hebatnya, kita bisa langsung meletakkan ember yang ada ke dalam mesin cuci ini sehingga sudah tidak perlu memindahkan pakaian dari ember ke mesin cuci.

Sayangnya, sepertinya mesin cuci ini tidak bisa sekaligus mengeringkan pakaian anda tetapi setidaknya anda tidak perlu kuatir lagi akan tertukarnya pakaian dalam dan harus repot memberi nama di setiap pakaian (dalam) yang dimiliki. :D

Masih sebatas konsep sih tapi ini pasti bisa laku keras nih kalau ada, apalagi kalau ada fungsi pengering sekaligus.



Robot penyedot debu seperti Roomba hanya bisa membersihkan lantai tetapi Mini Robo Vacuum bisa membersihkan meja anda yang kotor itu.

Robot kecil ini akan menyedot semua kotoran yang ada di atas meja, mulai dari remah makanan, debu sampai potongan kertas kecil.

Cukup tekan tombol bagian atas, Mini Robo Vacuum akan siap berkerja. Sayangnya tidak ada penjelasan lebih lanjut apakah robot ini mempunyai sensor agar tidak terjatuh dari meja.

Versi mini dan murah dari Roomba


Yah, mungkin kurangn berguna tapi bisa jadi salah satu koleksi gadget yang unik. Mini Robo Vacuum dijual dengan harga hanya US$ 20.

Bugs Mini Vacuum Cleaner adalah (mungkin) anaknya si Roomba.

Tidak dijelaskan lebih detil bagaiamana alat ini melakukan tugasnya tapi dibandingkan anda harus membuang kotoran atau debu yang ada di meja kerja ke lantai, tentu lebih baik menggunakan si "Caterpillar" ini. :-)

Harganya sekitar Rp. 100.000 jadi jangan berharap cara kerjanya menyamai si Roomba yang dapat bekerja secara otomatis.


Seberapa malaskah anda? Apakah hanya untuk menyemprot air dalam botol semprot menjadi beban berat bagi anda?

Kalau begitu jangan kuatir karena produk ini cocok untuk orang malas seperti anda.

Motorized Spray Bottle adalah botol semprot dengan mesin di dalamnya sehingga anda tidak perlu menggerak-gerakkan jari anda untuk mengeluarkan air/ cairan di dalam botol, cukup tekan sekali maka cairan akan terus keluar atau tersemprot sampai anda melepaskan jari anda dari tombol tersebut.

Harganya sekitar Rp. 100.000 dan dapat menampung sekitar 1 liter lebih.

Masih terlalu berat bagi anda untuk pekerjaan seperti ini? yah udah, sewa saja seseorang untuk membantu menyemprotnya


Satu lagi produk yang diciptakan untuk meringankan penderitaan orang yang tinggal di daerah susah air bersih yaitu HippoRoller.

HippoRoller adalah sebuah drum air yang akan memudahkan kita untuk membawanya pulang ke rumah karena drum ini telag dilengkapi dengan sebuah handle (pegangan) yang digunakan untuk mendorong drum tersebut.


Tentu saja jika anda mengatakan bukanlah lebih mudah jika menggunakan sepeda atau gerobak tetapi jangan lupa satu hal, kebanyakan dari mereka yang susah air bersih bukanlah masyarakat yang punya uang sehingga membeli sepeda seperti membeli sebuah mobil.

Drum ini sendiri dapat menampung sekitar 100 liter air tetapi pada saat "dijalankan", otomatis beratnya hanya tinggal sekitar 11 kg saja sehingga jauh lebih ringan dibandingkan dengan naik sepeda sekalipun.

HippoRoller dibuat di Johannesburg, Afrika Selatan dan saat ini telah didistribusikan ke banyak wilayah di Afrik Selatan (sepertinya sih gratis).

HippoRoller sendiri diharapkan dapat digunakan selama 5-7 tahun tetapi pada kenyataannya bisa juga digunakan sampai 10 tahun lebih.

Sebuah produk sederhana tetapi sangat membantu manusia


Masalah sanitasi dan minimnya kesadaran akan kebersihan lingkungan dan diri sendiri di negara berkembangan (Developing Country) memang menjadi masalah tersendiri.

Semua pihak mencoba untuk membantu mengatasi masalah ini, termasuk The Humanitarian Design Organization, suatu lembaga non-profit yang bertujuan untuk mengembangkan kehidupan orang-orang yang kurang pengetahuan dasar hidup (basic life).

Dengan mengadakan kontes disain untuk kebutuhan dasar manusia (toilet) maka terciptalah disain toilet portabel yang peduli terhadap lingkungan.

Seperti kita ketahui bahwa sangat sulit untuk menemukan toilet di negara berkembang, khususnya di daerah-daerah pedalaman.

Toilet portable ini (Dignity Toilet) mudah dan ringan untuk dibawa kemana-mana dan setelah digunakan, si pengguna tinggal mencari tanah, sedikit menanamnya ke dalam tanah dan melepaskan "isi" dari toilet tersebut kemudian "menguburkannya" kembali.

Diharapkan dengan cara ini, kerusakan terhadap lingkungan maupun penyebaran penyakit dapat dicegah.

Suatu konsep yang memang patut untuk dilaksanakan segera tetapi mungkin agak sulit untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang sudah dijalaninya selama turun temurun.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda